Hujan rintik turun sedikit demi sedikit, bagai rangkaian cerita yang tertulis setitik demi setitik. Air jatuh dari wadah besar di langit, air mengguyur semua hal yang ada dibumi tanpa melihat apa yg terjadi. Air mengalir dari atap-atap bocor rumah, menetes perlahan sampai terdapat pojok basah digenangi air hujan.
Kisah tak akan selamanya tertulis panjang dalam drama yg diciptakan tuhan, cerita tak akan menyenangkan bila semua terlihat selalu bahagia dan lancar. Cerita terlihat bagai suara terompet yang tak selalu terdengar keras, namun cerita akan sangat menyenangkan bila terdengar seperti suara terompet yang berirama.
Malam slalu sunyi bila hanya ditemani oleh bulan dan bintang, namun malam terasa sangat meriah disaat air hujan jatuh menetes ke pucuk pepohonan dan menciptakan nada yang semilir dengan besarnya angin.
Hati akan sangat sunyi bila hanya merasakan berbagai macan keramahan didunia, namun hati akan terasa sangat ramai disaat keramahan dicampur dengan kebahagiaan yang lahir dari hati yang terpilih.
Entah tuhan akan memberikan kesunyian atau keramaian dalam hati, entah tuhan akan menciptakan tempat bagi takdir yang telah ia tentukan, entah tuhan aka menempatkan bagi seseorang untuk mengisi hari-hari yang tak terhujani oleh air hujan.
Hujan memang slalu Nampak indah jika turun kedunia, memberikan kenyamanan dan kebahagiaan untuk penunggu dunia, hujan slalu Nampak meluangkan waktu untuk menghiasi kepenatan dunia.

Hujanku, kini tak pernaha turun lagi walau aku menanti. Hujanku masih ku tunggu sampai ujung kepala ini basah, karena hujanku membuat semuanya terasa indah dan terasa hidup.

Leave a Reply