Mulai sedih dan menyedihkan
dalam malam, aku sedih dalam kesunyian yang tak pernah terbantahkan oleh emosi
yang tak kunjung surut. Wahai malam yang selalu memuja bulan, kemudian terus
membalut dan menyelimuti malam indah ini. Kupersembahkan sebuah lagu malam yang
tak akan pernah terlupakan oleh bintang, namun apa yang akan ku pilih dari
semua bintang terselimuti sinaran bulan malam ini. Aku merangkak masuk dalam
kegelapan yang tak akan pernah tersinari cahaya itu, meraba-raba seluruh
kesunyian yang terus mengharapkan sebuah cahaya malam dalam kesunyian ini.
Teriak dan terjebak dalam
perihnya kesunyian dimalam yang mulai gelap gulita ini, teruskanlah apa yang
menjadikan semua kenanganku melegam dalam malam sunyi ini. Apa itu yang terus
saja mengganggu semua yang aku inginkan? Ingatkah pada sebuah janji persahabatan
yang tak akan ternoda oleh rasa cinta pada sesama makhluk berakal ini?? Apa
yang akan kau teruskan dari perasaan yang tak kunjung usai perihnya?? Dan cukup
pada semua bintang yang membayangi cahaya bulan.
Kemuadian, terjadikah semua
kenangan indah pada malam yang sunyi dibalut cahaya bulan itu akan terlintas
dalam pikiranku. Hatiku, mulai merasa semua yang telah terjadi tak akan mungkin
bisa ku harapkan walau merangkak meraih kepahitan. Tiada lagi rasa yang membuat
aku menganggapmu teman, sahabat, ataupun yang akhirnya kau minta menjadi kawan.
Tak bisa lebih dari itu semua yang ku harapkan, walau aku berkata
semua akan kau akhiri sampai aku retak bak bejana yang selalu terhias dalam
kesunyian malam.
Kini, sudikah kau terima semua
kenangan yang mungkin kau lupakan sejenak dalam anganmu. Akulah yang harus kau
pilih, karena semua yang membuat kau bahagia adalah semua yang terjadi pada
diriku. Setelah perpisahan yang terjadi itu, malamku memberikan cerita yang
amat pahit. Enggankah kau memberi sebuah kesempatan yang tak akan kau beri pada
hati yang lain, mungkinkah kau hanya mencari kebahagiaan untuk melupakanku dan
menghilangkan bayangan cinta pertamamu.
Ku tetap akan persembahkan
sebuah lagu malam, tak akan pernah hilang dalam semua keinginanku.
